Selasa, 18 Mei 2010

Sebuah episode; Kerinduan sang katak



Sore tadi….



Sang katak terbangun dari sebuah mimpi



Mimpi yang menghangatkan jantungnya



Membuatnya tersadar



Jika dia hanyalah seekor katak yg besar di comberan.





Betapa naif…



Ketika pada suatu saat



Seorang puteri kelana elok jelita



Datang menghampiri sang katak buruk rupa



Dan berkata “temani aku wahai katak pengembara”





Ah, sang katak terbuai…



Angannya melambung…



Berkhayal berubah menjadi seorang pangeran



Yang akan antarkan sang puteri pulang.





Katak jelata itu lupa diri



Terhanyut raut dan kata-kata indah dari bibir manis nan lembut itu



Kata-kata yang biasa di istana namun berarti kerinduan dalam bahasa sang katak



Kata-kata hiburan bagi puteri namun berarti buaian bagi kebodohan sang katak





Sang katak merangkai puisi



Persembahan dari nafasnya yang menderu



“Duhai Puteri permata hati



Jikalau tuan seekor elang perkasa



Maka cabik-cabiklah tubuh hamba



Untuk puaskan paruh lengkungmu,



Jika paduka sungai dimusim kemarau



Ambillah darah hamba



Agar tetap sungailah paduka bagi ikan-ikan



Dan jikalau mataharilah paduka,



Maka beristirahatlah sejenak di mata air kasih hamba



Ijinkan hamba basuhkan letih kembara paduka”





Dan puteripun tersenyum



Senyuman tak berwarna





Hingga dihari sebelum hari ini



Bau air comberan menyentakkannya



Seolah memperlihatkan sebuah cermin



Agar sang katak melihat dirinya





Itulah engkau katak jelata



Seekor katak yang besar di comberan



Dengan tubuh kotor dan jantung penuh luka



Janganlah berharap bintang turun dan menyapamu



Lalu mengajakmu menyambangi bulan



Jangan…



Karena engkau hanyalah seekor katak



Yang bermimpi menyanding bulan.



Satu-satunya hal yang dapat kau lakukan untuk memuaskan dahagamu



Berdoalah, agar dikehidupan mendatang engkau bisa menjadi alas kakinya



Hingga dapatlah engkau menyentuh lembut kulit sang puteri




Yang sempat dan masih terus kau puja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar teman