Ketika hati menjadi raja atas hidupku,
Ketika idealisme memenuhi jiwaku,
Ketika kesetiaan adalah darah bagi kisahku.
Sebuah saat dimasa lalu,
Membayangi perjalananku hingga kini,
Saat rambut mulai dipengaruhi warna putih,
Saat topan masih sekali-sekali saja datang.
Tetapi tetap ada saat dimasa kiniku,
Erat berpagut dengan kisah lewat,
Yang tak sempat berkembang di pucuknya,
Yang terbuang disaat aku bersimpuhkan air dari mata jantungku.
Dan kiniku,
Tak lagi kepercayaan dapat kupegang,
Tak lagi jantung kuijinkan berkhayal,
Karena muakku sudah mengental.
Hiruk goda dan pesona kutepiskan,
Betapapun selalu mengiris nafasku,
Kadang bahkan mengurai pedih,
Terkadang bahkan menjerat dadaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar teman