Kemana gerangan sang murai bermain
Tak terdengar suaranya dari kemarin
Sepi sekali dunia tanpa kicauannya
Seperti juga hati ………..hari ini
Semalam aku merenungi kegelisahanku
Kudapati diriku terapung dalam ketidakberdayaan
Dan aku mulai menertawakan diriku sendiri
Menertawakan keinginan2 yang berlomba meminta perhatianku
Kuamati satu persatu
Kusisihkan harapan2 yang tak sempat terpenuhi
Dan aku temukan satu mimpi yang ganjil
Mimpi yang seharusnya tak boleh ada di kepalaku
Ah, maafkan aku wahai murai bersuara merdu
Tak pantas aku memintamu mengunjungi gubuk kotorku
Jika selama ini aku selalu memintamu menunjukkan siapa adanya dirimu
Maka hari ini dengan tulus kumohonkan maafmu
Jika selama ini ingin ku pakaikan rantai dikakimu
Sekali lagi maafkanlah aku
Tentu saja kau jadi marah
Tentu saja jadi membisu
Karena keinginanku yang tak pantas itu
Karena kataku telah menyakitimu
Jika saja dapat kutarik kata2ku
Agar kembali ceria hatimu
Agar kembali bersinar hatiku mendengar suaramu
Aku berjanji
Takkan lagi kuulangi kebodohan itu
Takkan lagi kupaksakan hatiku
Meminta sesuatu hanya untuk memenuhi egoku
Masih bisakah kita menjadi teman?
ady

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar teman